Kata Manajer MU Soal Rapor Buruk Lukaku Vs Tim Besar Liga Inggris

Kata Manajer MU Soal Rapor Buruk Lukaku Vs Tim Besar Liga Inggris

Manchester – Manchester United (MU) akan menjamu Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (25/2/2018). Jelang laga ini, striker MU Romelu Lukaku dihantui rekor buruk.

Bersama MU musim ini, Lukaku sudah mencetak 21 gol di semua kompetisi, 12 di antaranya di Liga Inggris. Namun, statistik Opta menunjukkan, performa Lukaku saat melawan penghuni delapan besar sangat buruk.
Lukaku sudah tampil selama 900 menit melawan tim delapan besar dan melepaskan 17 sepakan. Namun, tidak ada yang berujung gol.

Statistik tersebut juga menjadi pertanyaan wartawan jelang laga MU melawan Chelsea. Sebagai manajer, Jose Mourinho pun memberikan jawaban terhadap kritikan terhadap pemainnya.

Manajer berusia 55 tahun itu menegaskan, dia sangat senang dengan performa Lukaku. Bahkan, Mourinho menilai MU tak salah pilih membeli striker berusia 24 tahun tersebut.
“Lukaku sudah mencetak 21 gol, itu tidak terlalu buruk sama sekali. Saya tidak menganalisa penampilan para pemain dengan cara yang sama dengan Anda (wartawan),” ucap Mourinho, di laman resmi klub.

Mourinho melanjutkan, dia memberikan poin-poin atas kinerja para pemainnya. “Saya memiliki poin analisis dan senang dengan penampilan Lukaku. Bahkan, ketika dia tidak mencetak gol, saya juga senang,” katanya.

Real Madrid Belum Menyerah Kejar Barcelona

Real Madrid Belum Menyerah Kejar Barcelona

Madrid – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos menegaskan, timnya belum menyerah dalam persaingan merebut titel juara Liga Spanyol musim ini. Kemenangan 3-1 atas Leganes, Rabu (21/2/2018) menjadi alasannya.

Madrid – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos menegaskan, timnya belum menyerah dalam persaingan merebut titel juara Liga Spanyol musim ini. Kemenangan 3-1 atas Leganes, Rabu (21/2/2018) menjadi alasannya.
Dengan waktu yang semakin mepet, tak ada jalan lain bagi Real Madrid untuk terus menang. Ramos mengatakan, Real Madrid saat ini sedang bekerja sedikit demi sedikit.

“Kami telah membalikkan keadaan dan mencapai tujuan kami sedikit demi sedikit. Kami akan tetap bersaing di Liga Spanyol dan memperkecil jarak sebisa mungkin,” kata Ramos.

 

“Kami akan tetap lebih baik dan mencoba untuk tak kebobolan sesering mungkin,” ujar Ramos menambahkan.

Barca Sudah, Chelsea Kini Fokus ke MU

Barca Sudah, Chelsea Kini Fokus ke MU

Barca Sudah, Chelsea Kini Fokus ke MU

London – Chelsea baru saja tampil bagus saat menghadapi Barcelona di Liga Champions. Selanjutnya, The Blues siap menatap laga sulit lainnya melawan Manchester United.

Chelsea sudah mulai memasuki pekan sulitnya. Laga pertama sudah dilalui, dengan menahan imbang Barcelona 1-1 di Stamford Bridge, Rabu (21/2/2018) dini hari WIB.

Di laga itu, Chelsea tampil apik dengan lebih banyak mengancam Barca. Bahkan Willian sempat membawa Chelsea unggul 1-0, sebelum kesalahan Andreas Christensen dimanfaatkan Andres Iniesta untuk membantu Lionel Messi menyamakan kedudukan.

Penampilan itu membuat Cesar Azpilicueta yakin Chelsea siap menatap laga selanjutnya. Pada Minggu, (25/2/2018), Chelsea akan bertandang ke Old Trafford untuk menghadapi MU di lanjutan Liga Inggris.

“Setelah dua kekalahan dalam sepekan lalu, tim meresponsnya dengan dua kemenangan atas West Brom dan kemudian Hull City di Piala FA,” ucap Azpilicueta dikutip dari situs resmi klub.

“Menghadapi Barcelona, itu juga penampilan yang hebat bagi tim, nyaris sempurna. Sekarang kami akan punya laga yang sulit pada hari Minggu dan coba akan fokus pada target selanjutnya, di Premier League dan coba meraih hasil sebaik mungkin,” ia menambahkan,” dia menambahkan.

Menghadapi MU, Chelsea butuh poin guna terus menjaga kans finis di empat besar. Si Biru kini berada di peringkat empat dengan 53 poin, tertinggal dari Manchester City yang mengoleksi 72 poin, MU (56), serta Liverpool (54) dari 27 laga.

“Laga selanjutnya selalu yang terpenting sebab itu di mana Anda bisa meraih tiga poin. Sekarang, kami semakin mendekati akhir musim, jadi kami harus meraih poin,” kapten kedua Chelsea itu menambahkan.

Winger Arsenal Ingin Permalukan City di Final Piala Liga

Winger Arsenal Ingin Permalukan City di Final Piala Liga

London – Winger Arsenal, Alex Iwobi, mengaku sudah tak sabar menghadapi Manchester City di final Piala Liga. Iwobi ingin mempermalukan The Citizens sekaligus menambah koleksi gelarnya.
Arsenal akan berhadapan dengan City pada final Piala Liga di Wembley, Minggu (25/2/2018). Kemenangan jadi harga mati bagi Iwobi di laga ini.

Selama berseragam Arsenal, Iwobi telah memenangkan tiga gelar. Rinciannya, dua Community Shields dan satu Piala FA. Ia pun kini tak sabar menambah pundi-pundi gelarnya lagi.

“Ini adalah ambisi setiap pesepakbola untuk mengangkat sebanyak mungkin trofi selama kariernya dan akan sangat berarti bagiku untuk menambahkan trofi yang telah aku menangkan sejauh ini,” kata Iwobi kepada Soccer Laduma.
“Aku sangat gembira dengan kesempatan bermain lagi di Stadion Wembley. Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami karena kami harus terus mempertahankan momentum sampai akhir musim.”

“Kami memiliki peluang bagus untuk memenangkan trofi dan harus menjadi yang terbaik untuk mengalahkan Manchester City, karena mereka adalah tim yang sangat bagus,” Iwobi menambahkan.
Iwobi sendiri telah membela Arsenal dalam 26 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Pemain asal Nigeria itu juga menyumbangkan dua gol dan empat assist.

Kelas Milik Eko Yuli Tak Akan Dipertandingkan di Asian Games 2018

Kelas Milik Eko Yuli Tak Akan Dipertandingkan di Asian Games 2018

Kelas Milik Eko Yuli Tak Akan Dipertandingkan di Asian Games 2018

Jakarta – Indonesia dikejutkan dengan keputusan Federasi Angkat Besi Asia (AWF) yang menghapus kelas 62 kg dari Asian Games 2018. Kelas itu milik Eko Yuli Irawan.

Keputusan itu diinformasikan oleh AWF dalam surat tertanggal 11 Feberuari 2018 dan ditandatangani oleh Presiden AWF Mohamed Yousef Al Mana. Dalam surat tersebut tertulis, “atas nama Federasi Angkat Besi Asia saya ingin memberi tahu Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF dan anggota dewan AWF Executive yang mayoritas memilih untuk menghapus 62 kg dari Asian Games.”

Keputusan itu merugikan Indonesia. Sebab, kelas 62 kg merupakan salah satu potensi Indonesia untuk mendapatkan medali emas. Di nomor itu, Indonesia memiliki lifter berpengalaman, Eko Yuli.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PABBSI, Alamsyah Wijaya, mengaku kecewa atas keputusan tersebut. Dia juga tak mengantisipasinya.

“Angkat besi memang akan mempertandingkan tujuh kelas. Cuma memang tidak diputuskan mana yang akan dibuang. Tahu-tahu kelas 62 kg yang dibuang,” kata Alamsyah

“Kami tidak tahu waktu test event Asian Games dikatakan belum diputuskan tahu-tahu suratnya sudah keluar. Kita seperti dikerjain. Jadi yang dipertandingkan itu di kelas putra 56 kg, 69 kg, 77 kg, 85kg, 94 kg, 105 kg, dan +105 kg. Kelas 62 kg dibuang” dia menyesalkan.

Alamsyah sudah berupaya untuk mengajak bicara Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC). Mereka akan berupaya untuk membatalkan surat keputusan tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan perwakilan OCA di Jakarta katanya mereka akan bicara dengan AWF dan Internasional Weightlifting Federation. Bapak Joko Pramono (wakil Ketua PABBSI) juga sudah bertemu dengan Bapak Erick Thohir terkait masalah ini,” dia mengungkapkan.

“Ya intinya kami akan berupaya untuk mengembalikan nomor ini. Tapi jika tidak bisa opsinya adalah menaikkan kelas Eko menjadi 69 kg. Tapi kami akan usaha dulu, berbagai cara,” ujarnya.

Bawa AC Milan Stabil, Ancelotti Sebut Gattuso Motivator

Bawa AC Milan Stabil, Ancelotti Sebut Gattuso Motivator

Milan – Memiliki reputasi buruk sebagai pelatih bukan berarti Gennaro Gattuso tak bisa bekerja dengan baik di AC Milan. Itulah yang tengah dibuktikan Gattuso. Ia membawa Milan mencapai performa terbaiknya.

Banyak yang menyebut sosok di balik kebangkitan AC Milan adalah Gattuso. Pelatih berusia 40 tahun yang sempat diremehkan itu kini mampu membawa Milan menjaga tingkat kestabilan mereka di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Kini, sudah 10 laga di semua kompetisi mereka lewati tanpa kekalahan. Bahkan, enam di antaranya mampu mereka maksimalkan dengan kemenangan. Sukses itu yang membawa Milan kembali menunjukkan taringnya di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Saat ini, AC Milan berpeluang menembus zona Liga Champions, punya kans ke final Coppa Italia, dan hampir pasti lolos ke 16 besar Liga Europa. Carlo Ancelotti pun mengakui bahwa rapor positif ini adalah berkat tangan dingin Gattuso.

“Rino menekan tombol yang tepat. Lucas Biglia tak bisa menjadi gagal dalam semalam setelah bekerja dengan baik di Lazio. Rino memotivasinya, memberi saran, dan Anda sekarang bisa melihatnya bekerja,” ungkap Ancelotti, dilansir Football Italia.
“Di lini belakang, Leonardo Bonucci dan Andrea Romagnoli bekerja sangat serasi. Milan sedikit kebobolan karena ada pertahanan solid di mana semua orang membantu keluar,” Ancelotti yang mempersembahkan dua trofi Liga Champions itu menambahkan.

Sebelum menangani Milan, Gattuso tak memiliki reputasi bagus sebagai pelatih. Sebagian besar kariernya berakhir dengan pemecatan. Klub-klub yang sempat berada di bawah naungannya adalah Sion, Palermo, OFI Crete, dan Pisa.

“Sikap Gattuso di touchline hanyalah caran hidupnya dalam sepak bola. Jika ia adalah pelatih asing, mereka akan mengatakan hal itu sebagai karakter. Dalam sepakbola, subtansi adalah satu-satunya yang diperhitungkan. Rino menghidupkan Milan, memberikan style dan identitas. Saya senang untuknya dan untuk semua fans Rossoneri, termasuk saya,” ungkap Ancelotti.

Kenangan Rivaldo: Barca Kalah 1-3 di London, Menang 5-1 di Camp Nou

Kenangan Rivaldo: Barca Kalah 1-3 di London, Menang 5-1 di Camp Nou

Related image

Barcelona – Mantan pemain Barcelona, Rivaldo, sedikit menceritakan pengalamannya saat menghadapi Chelsea 18 tahun silam. Kalah 1-3 di London, tapi menang 5-1 di Camp Nou.

Rabu (21/2/2018) dini hari WIB, Barca akan kembali ke London untuk menghadapi Chelsea pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Rivaldo, yang pernah berseragam Barca pada musim 1997-2002, punya pengalaman menghadapi Chelsea di fase knock out Liga Champions. Kejadiannya sudah 18 tahun silam.

Ketika itu, Barca menghadapi Chelsea di perempatfinal Liga Champions 1999/2000. Di leg pertama di Stamford Bridge, Blaugrana kalah 1-3.

Tapi Barca membalas di leg kedua di Camp Nou. Rivaldo dkk menang 5-1 sehingga lolos ke semifinal lewat agregat 6-4. Rivaldo sendiri bikin dua gol di leg kedua.

“Itu salah satu pertandingan sulit dan kekalahan di London membuat situasi bertambah sulit. Saya punya kesempatan membuat skor jadi 4-1 di leg kedua dengan penalti tapi saya tidak bisa mencetaknya. Tapi akhirnya kami melaju di masa perpanjangan waktu dengan bikin dua gol lebih banyak,” kata Rivaldo bercerita sebagaimana dilansir Football-Espana.

Dini hari nanti, Rivaldo pun yakin Lionel Messi dkk. yang bakal menang di London. Barca dinilai tetap lebih baik ketimbang lawannya.

“Barca lebih kuat dan tentunya lebih difavoritkan. Anda selalu harus menunjukkan banyak respek pada tim Inggris dan kesulitan yang mereka berikan, tapi jelas Barca punya pemain yang lebih baik dan juga tim yang lebih baik,” ujarnya menegaskan.

Hazard Tak Sabar Hadapi Barcelona

Hazard Tak Sabar Hadapi Barcelona

London- Chelsea harus bersua Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. The Blues akan melakoni leg pertama di kandang, Stamford Bridge pada Selasa (20/2/2018) atau Rabu (21/2/2018) dini hari WIB.

Bertemu Barcelona, Chelsea sedikit tidak diunggulkan. Pasalnya, performa pasukan Antonio Conte musim ini tidak stabil. Mereka juga terpuruk di posisi empat klasemen Liga Inggris.

Sementara Barcelona sangat perkasa di musim 2017-2018. Tim besutan Ernesto Valverde itu baru kalah sekali musim ini. Barcelona kokoh di puncak klasemen La Liga dan belum tersentuh kekalahan. Satu-satunya kekalahan didapat di arena Copa del Rey.

Meski harus menghadapi salah satu kandidat juara, winger Chelsea Eden Hazard tidak gentar. Hazard malah tidak sabar melakoni laga kontra Barcelona.
“Saya tidak yakin jika ini merupakan salah satu undian terburuk. Semua orang akan fokus 200 persen,” kata Hazard seperti diberitakan Sportsmole.

“Saya tidak pernah bermain melawan Barcelona. Saya tidak sabar menghadapi salah satu tim terbaik. Saya tidak sabar menunggu,” ujar Hazard.
Chelsea dan Barcelona terakhir kali bersua di Liga Champions pada 2012. Ketika itu Chelsea sukses menyingkirkan Barcelona.

Namun pada 2009, Chelsea punya pengalaman buruk disingkirkan Barcelona di Liga Champions. Ketika itu Chelsea dirugikan oleh kepemimpinan wasit Tim Henning Ovrebo.

Persija Masih Diizinkan Gunakan GBK

Persija Masih Diizinkan Gunakan GBK

Image result for Persija Masih Diizinkan Gunakan GBK

Jakarta – Persija Jakarta masih diizinkan menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di kompetisi musim ini. Tapi, tetap ada evaluasi terkait insiden kemarin.

Persija awalnya terancam tak bisa menggunakan SUGBK menyusul perusakan stadion oleh suporternya usai final Piala Presiden 2018 hari Sabtu lalu. Menyusul kejadian itu, pihak pengelola GBK kabarnya harus menderita kerugian hampir Rp 150 juta.

Memang kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu berat namun tetap saja itu membawa preseden buruk untuk Persija. Apalagi GBK baru saja selesai direnovasi dengan biaya lebih dari setengah triliun rupiah.

Namun, pihak GBK memastikan bahwa Persija tetap bisa menggunakan stadion terbesar di Indonesia itu di musim 2018.

“Kami terbuka. Persija boleh. Yang lain boleh. Walau ada kejadian kemarin? oh, iya,” kata Direktur PPK GBK, Winarto, usai jumpa pers, Senin (19/2/2018) sore WIB.

Hanya saja pihak GBK akan melakukan pertemuan lebih dulu dengan Persija pada Rabu (21/2/2018) besok untuk mengevaluasi kejadian akhir pekan kemarin.

“Kami sudah janjian akan bertemu mereka untuk mengevaluasi pelaksanaan ini. Kekurangan apa? termasuk soal uang jaminan harus lebih besar lagi. (Ada kemungkinan) dinaikkan jika risikonya tinggi,” sambungnya.

Bagi Winarto, kejadian ini tidak membuat PPK GBK trauma karena merupakan proses pembelajaran untuk para suporter. Persija pun bakal menghadapi Tampines Rovers di matchday kedua Piala AFC 28 Februari mendatang di GBK

“Kita tidak boleh trauma karena ini industri olahraga. Harus kita majukan. Kalau mau enak, gampang. Tidak boleh main di sini ‘kan gampang. Tapi buat apa ini dibangun? kalau bukan untuk industri yang lebih baik seterusnya. Ini kan proses.Tapi kami akan bahas dengan mereka termasuk soal tiket, apakah online semua atau kembali ke dulu. Ini proses dan baru bagi kita,” bebernya.

“Sekarang kita lihat lebih buruk mana dulu sama terakhir. Kemarin polisi melakukan pendekatan ke suporter persuasif. Bukannya itu yang kita mau? yang paling kita syukuri terlepas dari kita sesali juga ada kejadian kemarin. Tidak ada korban, tidak ada insiden,” tutup Winarto.

Valentino Rossi Ungkap Masalah Utama Motornya di Tes MotoGP Buriram

Valentino Rossi Ungkap Masalah Utama Motornya di Tes MotoGP Buriram

Buriram – Pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi mengungkapkan masalah utama motornya pada tes MotoGP Buriram, Minggu (18/2/2018). Menurut Rossi, timnya salah memilih ban belakang.

Rossi tampil kurang impresif pada hari terakhir tes di Buriram dengan menempati posisi ke-10. Pebalap asal Italia itu mencatatkan waktu tercepat 1 menit 30,511 detik.
Catatan itu kalah dari pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang menjadi pebalap tercepat pada hari ketiga. Pedrosa mencatatkan waktu 1 menit 29,781 detik, unggul 0,730 detik dari Rossi.

Menurut Rossi, kegagalan tersebut disebabkan kesalahan dalam memilih ban belakang. Pebalap berjuluk The Doctor tersebut menganggap temperatur ban belakangnya terlalu tinggi.

“Kami selalu kesulitan dengan ban belakang dan itu dipengaruhi tipenya. Saya merasa apabila kami bisa memilih ban belakang yang lembut, kami bisa lebih cepat. Sayangnya temperatur ban kami terlalu tinggi,” ungkap Rossi kepada Crash.

“Ketika ban belakang sedikit lebih berat, Anda bisa menyelesaikan balapan tetapi lebih lambat. Kami bekerja keras, tetapi segalanya dipengaruhi dengan cengkraman ban belakang,” lanjut pebalap berusia 39 tahun tersebut.

Valentino Rossi memang menjalani tes pramusim yang buruk di Sirkuit Buriram. Pada hari pertama Rossi hanya menempati peringkat kedelapan, sementara satu hari berselang dia tercecer di posisi ke-14.