Legenda Liverpool Sebut Madrid Beruntung Bisa ke Final Liga Champions

Legenda Liverpool Sebut Madrid Beruntung Bisa ke Final Liga Champions

Real Madrid diklaim cuma beruntung bisa ke final Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntung. Menghadapi Liverpool, Madrid diyakini bakal kesulitan.

Madrid akan menghadapi Liverpool dalam final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB. Ini menjadi final ketiga kalinya secara beruntun bagi Madrid.

Di dua musim sebelumnya, Madrid juga selalu melaju ke final dan mengakhirinya dengan juara. Tak ayal, Cristiano Ronaldo dkk berpeluang mengangkat trofi ketiga beruntunnya pula.

Madrid sendiri menunjukkan dirinya memang layak difavoritkan. Mereka menyingkirkan banyak tim tangguh di fase knock out mulai dari Paris Saint-Germain, Juventus, dan Bayern Munich.

Sementara Liverpool diklaim lebih mudah. Meski begitu, mereka punya kualitas untuk menjuarai Liga Champions keenam kalinya lewat trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino.

Legenda Liverpool, Graeme Souness, menilai Madrid bakal kesulitan menghadapi Liverpool di final dini hari nanti. Ia mengklaim Madrid cuma beruntung bisa ke final jika melihat kesulitan yang dihadapi saat menghadapi Juve dan Bayern di leg kedua, yakni kalah 1-3 dan cuma imbang 2-2.

Ini bukan tim spesial Real Madrid. Mereka beruntung berada di final,” kata Souness ke talkSport yang dilansir Daily Star.

“Bayern jauh lebih baik daripada mereka di kedua pertandingan semifinal. Saya pikir Liverpool dapat memenangkan ini, saya sangat yakin. Liverpool harus bisa keluar menyerang dan menghancurkan Real Madrid sejak dini,” sambungnya.

“Real akan memiliki keyakinan, setelah memenanginya berkali-kali, tetapi saya berpikir jika Liverpool mendapatkan gol di awal, mereka bisa menang. Tidak diragukan lagi, mereka bakal di bawah tekanan saat permainan berlangsung jadi mereka harus berusaha,” tutup Souness.

Ketika Sepakan Ronaldo Hantam Wajah Juru Kamera

Ketika Sepakan Ronaldo Hantam Wajah Juru Kamera

Ada pemandangan menarik di sesi latihan Real Madrid jelang final Liga Champions. Tendangan keras Cristiano Ronaldo tanpa sengaja melukai wajah juru kamera.

Madrid menggelar latihan terbuka di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina. Itu menjadi persiapan jelang menghadapi Liverpool di final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dini hari WIB.

Sebanyak 24 pemain Madrid mengikuti latihan tersebut. Tak terkecuali sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Dalam suatu momen, ada insiden yang melibatkan Ronaldo. Saat berlatih menendang, bola sepakannya justru menghantam juru kamera yang berada di pinggir lapangan.

Ronaldo tampak kaget mengetahui sepakannya mengenai wajah seseorang. Ia lantas memberi gestur minta maaf, namun tetap melanjutkan latihannya.

Sampai akhirnya, Ronaldo merasa tak enak hati dan memberikan jaket latihannya kepada staf Madrid. Ia meminta jaket itu diberikan kepada juru kamera yang terkena bola sepakannya.

Seperti dikutip SB Nation, juru kamera itu bernama Lorenzana Prieto. Tampak pelipis kanannya diperban karena kerasnya hantaman bola sepakan Ronaldo.

Prieto sendiri kemudian berpose menenteng jaket latihan Madrid yang dikenakan Ronaldo. Sambil tersenyum, dan mungkin sedikit kesakitan, Prieto cukup senang mendapat kenang-kenangan dari salah satu pemain termahsyur dunia tersebut.

Wasit Final Liga Champions Pelit Keluarkan Kartu Merah dan Penalti

Wasit Final Liga Champions Pelit Keluarkan Kartu Merah dan Penalti

Kiev – Milorad Mazic mendapat kehormatan memimpin laga final Liga Champions antara Real Madrid melawan Liverpool di Kiev, Ukraina, Sabtu (26/5/2018) atau Minggu dini hari WIB. Mazic sudah memulai kariernya sebagai wasit profesional sejak 2009.

Pada musim ini, dia sudah memimpin lima laga Liga Champions, termasuk satu pertandingan di babak play-off. Mazic juga tercatat telah memimpin dua pertandingan di Liga Europa.

Dari lima laga yang dipimpinnya pada ajang Liga Champions, wasit kelahiran Serbia ini belum mengeluarkan kartu merah. Namun, dia telah mengeluarkan 18 kartu kuning.

Sepanjang kariernya, Mazic telah memimpin 114 pertandingan internasional. Dia baru memberikan 28 kartu merah, 14 kepada tim tuan rumah dan 14 untuk tim lawan. Dua juga tercatat memberikan 492 kartu kuning.

Dari tujuh pertandingan di Liga Champions dan Liga Europa yang dipimpinnya musim ini, Mazic baru memberikan satu penalti. Itu terjadi di babak 32 besar yang mempertemukan Ludogorets melawan AC Milan pada 15 Februari 2018.

Wasit berusia 45 tahun itu cukup berpengalaman memimpin partai di Eropa. UEFA menyebut Mazic sudah menjadi wasit internasional sejak 2009.

Sebelumnya, Mazic juga punya pengalaman memimpin partai final. Pada 2016, ia memimpin final Piala Super Eropa antara Madrid vs Sevilla, serta tahun lalu menjadi wasit final Piala Konfederasi antara Chile vs Jerman.

Di tingkat lokal, Liga Serbia, reputasi mazic terlihat ketika ditunjuk memimpin derby panas rival sekota Red Star Belgrade dan FK Partizan. Karena kesuksesan memimpin laga itu, ia kemudian dipanggil Federasi Sepakbola Mesir untuk mempimpin derbi penuh gengsi rival sekota Kairo antara Al Ahly dengan Zamalek. Kariernya terus menanjak hingga mampu menjadi wasit Liga Champions dan Liga Eropa.

Mazic juga punya pengalaman memimpin pertandingan di Piala Dunia. Pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil, Mazic menjadi wasit kala Jerman bentrok dengan Portugal di babak penyisihan grup.

Saat itu Mazic dinilai mengeluarkan keputusan kontroversial saat menghadiahkan tendangan penalti dan mengusir Pepe keluar lapangan. Mazic juga memimpin pertandingan antara Argentina lawan Iran, saat gol Lionel Messi menjadi penentu kemenangan Argentina.

Mohamed Salah Tidak Puasa pada Hari Final Liga Champions 2018

Mohamed Salah Tidak Puasa pada Hari Final Liga Champions 2018

Andalan Liverpool, Mohamed Salah, tidak berpuasa di final Liga Champions 2018 versus Real Madrid. Hal itu dikonfirmasi oleh fisioterapis Liverpool, Ruben Pons.

Final Liga Champions akan diadakan di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) pukul 1.45 dinihari WIB. Laga ini dihelat pada bulan ramadan tahun ini, yang mana umat muslim sedang menjalani puasa.

Beberapa hari terakhir sempat muncul kabar bahwa Salah, yang memang muslim, akan tetap berpuasa di hari pertandingan. Pelatih Mesir, Hector Cuper, sempat berbicara soal itu.

“Saat sedang di Marbella, ahli gizi kami sudah membuat rencana tersendiri untuk para pemain. Besok atau pada hari pertandingan, Salah tidak melakukannya (puasa). Sehingga, tidak ada efek bagi dia nantinya,” ungkapnya kepada Cadena Ser.

Salah akan menjadi pemain yang penting bagi Liverpool di laga nanti. Menengok performa luar biasanya musim ini dengan 44 gol di semua ajang, pemain Mesir itu akan menjadi andalan di lini depan.

Sejak bulan ramadan dimulai, Salah belum bermain untuk Liverpool. Kebetulan, laga Inggris selesai sebelum bulan puasa mulai. Pertandingan terakhir Liga Inggris pada 13 Mei lalu, saat Liverpool menang 4-0 atas Brighton & Hove Albion. Laga itu dihelat dua hari sebelum bulan ramadan.

Taklukkan Persipura, Teco Puji Semangat Pemainnya

Taklukkan Persipura, Teco Puji Semangat Pemainnya

Persija Jakarta akhirnya menghentikan catatan buruk setelah mengalahkan Persipura Jayapura. Pelatih Stefano Cugurra Teco memuji semangat para pemainnya.

Pada laga lanjutan Liga 1 2018 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jumat (25//5/2018), Macan Kemayoran menang 2-0. Satu gol pertama dibuat oleh Marko Simic saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Persija menambah keunggulan lewat gol Novri Setiawan di menit ke 77.

Teco mengakui kondisi timnya tidak terlalu bagus sebelum menghadapi Persipura. Namun pemain mampu bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan, setelah dalam dua laga terakhir mendapatkan kekalahan beruntun, atau empat pertandingan jika ditambah ajan Piala AFC.

“Sebelum pertandingan kami cuma tiga kali latihan buat persiapan tim bagus pemuncak klasemen, tapi saya liat pemain dalam latihan fokus dan punya semangat,” ungkap Teco usai laga.

“Kami datang ke pertandingan posisi kami tidak bagus, mengapa kami kurang 3 pertandingan tim lain sudah 10 kami baru 7 dan poin dibawah, memang ada tekanan untuk menang malam ini. Tapi pemain sangat fokus dan konsentrasi. Pemain main bagus malam ini bisa cetak dua gol lawan tim kuat,” dia menambahkan.

Pelatih asal Brasil itu mengakui menerapkan perbedaan formasi di laga tersebut. Jika sebelumnya Persija kerap memainkan format 4-3-3, kini Teco memasang strategi 4-4-2.

“Kami sudah latihan dari awal musim dengan beberapa turnamen. Di Malaysia kami memakai sistem 4-4-2, Waktu itu Addison tak ada waktu itu, tapi pakai Simic dan Ivan Carlos. Saya pikir sistem ini bisa jalan terus, saya mau kuat di depan makanya saya mau kuat dengan formasi ini,” katanya menambahkan.

Bebas Cedera, Isco Siap Bantu Real Madrid Juara Liga Champions

Bebas Cedera, Isco Siap Bantu Real Madrid Juara Liga Champions

Gelandang Real Madrid, Isco Alarcon, mengaku siap menghadapi Liverpool pada final Liga Champions di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Sabtu (26/5/2018).

Partisipasi Isco sempat diragukan karena cedera bahu. Dia sempat melewatkan empat pertandingan di seluruh kompetisi.

Termasuk ketika Real Madrid mengimbangi Bayern Munchen 2-2 pada leg kedua semifinal untuk mengamankan tiket ke final.

Namun, pemain berusia 26 tahun tersebut sudah kembali tampil. Dia memperkuat Real Madrid di dua partai penutup La Liga versus Celta Vigo dan Villarreal.

“Saya berusaha mengatasi masalah itu dan kembali sebaik mungkin. Merupakan kehormatan kembali mengikuti final Liga Champions bersama Real Madrid. Saya tidak mau melewatkannya,” ungkap Isco, dikutip situs resmi klub.

Isco menyebut Real Madrid sebagai salah satu tim terbaik sepanjang sejarah. Pasalnya, mereka sukses masuk tiga final Liga Champions secara beruntun, atau empat kali dalam lima musim terakhir.

“Tim ingin mengeluarkan kemampuan terbaik sehingga menjadi juara. Dengan begitu kami memberikan kegembiraan bagi suporter,” tegasnya.

Musim ini Isco tampil di 10 laga Liga Champions. Dia belum mencetak gol tapi menghasilkan dua assist.

Mantan penggawa Malaga ini hampir pasti masuk tim utama Real Madrid di final nanti. “Hanya 11 yang menjadi starter. Tapi semua siap jadi pelatih bisa mengandalkan setiap pemain,” pungkas Isco.

Ronaldo Merasa 10 Tahun Lebih Muda

Ronaldo Merasa 10 Tahun Lebih Muda

Meski usia sudah menginjak kepala tiga, Cristiano Ronaldo masih tampil impresif di atas lapangan. Bintang Real Madrid itu merasa fisiknya 10 tahun lebih muda.

Ronaldo saat ini sudah berusia 33 tahun. Tapi pemain asal Portugal itu masih tampil apik di atas lapangan.

Sempat menurun performanya pada paruh pertama musim, Ronaldo kemudian bangkit usai pergantian tahun. Sejauh ini, ia sudah mencetak 44 gol di semua kompetisi dan menjadi top skorer Madrid di La Liga maupun Liga Champions.

Melihat performanya, Ronaldo merasa fisiknya 10 tahun lebih muda dari usianya. Ronaldo pun yakin dirinya masih bisa main hingga usia 40-an.

“Saat ini secara biologis saya merasa masih berusia 23 tahun. Saya masih punya waktu yang panjang dan bisa terus bermain hingga berusia 41 tahun,” ungkap Ronaldo kepada El Chiringuito seperti dikutip Mirror.

“Saya merasa baik, bahagia, dan tidak bisa mengeluh. Kami akan memainkan final lainnya Sabtu nanti dan fans berada di belakang Cristiano.”

Ronaldo saat ini merupakan top skorer di Liga Champions dengan 15 gol dari 12 pertandingan. Jika bisa mencetak gol ke gawang Liverpool pada laga final di Kiev, Sabtu (26/5/2018), Ronaldo akan jadi pemain pertama yang bikin gol di empat final.

Liverpool yang Berapi-api Diyakini Bisa Atasi Pengalaman Real Madrid

Liverpool yang Berapi-api Diyakini Bisa Atasi Pengalaman Real Madrid

Liverpool diakui kalah jauh soal pengalaman Liga Champions dari Real Madrid. Tapi selama ‘Si Merah’ bisa menampilkan level terbaiknya, peluang juara terbuka.

Liverpool akan menantang Madrid pada final Liga Champions 2017/2018 di NSC Olimpiyskiy Stadium, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB. Skuat besutan Juergen Klopp datang dengan status underdog mengingat sang lawan merupakan juara dua musim terakhir.

Secara pengalaman, Madrid memang jauh lebih unggul atas Liverpool. Ini adalah final Liga Champions keempat Los Blancos dalam lima musim terakhir, di mana tiga final sebelumnya seluruhnya sukses dimenangi.

Sementara Liverpool menjalani final Liga Champions yang pertama dalam 10 tahun. Kali terakhir anak-anak Merseyside menjejak final turnamen ini adalah pada 2006/2007 silam, saat kalah 1-2 dari AC Milan.

Eks gelandang Liverpool Craig Johnston menilai pengalaman Madrid tak tertandingi oleh Liverpool. Namun anak-anak asuh Klopp juga punya sesuatu yang diharapkan bisa mengatasi gap pengalaman tersebut.

Liverpool mesti berada di level permainan terbaik dan menunjukkan karakternya yang berapi-api.”Saya rasa tidak ada keraguan lagi mempertimbangkan jumlah medali yang telah dimenangi Madrid dan sejarah mereka di turnamen. Itu adalah keuntungan yang besar untuk mereka,” kata peraih trofi Liga Champions (era Piala Champions) musim 1983/1984 ini kepada Omnisport.

“Sekadar melihat statistik dan medali yang dipunya skuat saat ini, sekitar 40 sementara Liverpool? Nol. Jadi di skuat, Anda punya para pemenang 40 medali bersanding dengan yang masih nol. Betapa jarak yang luar biasa besar dalam hal pengalaman memenangi titel-titel seperti ini.”

“Lalu Anda melihat stat bahwa Zidane telah memenangi enam final terakhirnya dan Klopp sudah kalah di lima final terakhirnya. Jadi Anda bilang, ‘Ya Tuhan’, dalam hal pengalaman hanya ada satu tim yang punya di pertemuan ini.”

“Tapi lantas Anda juga berpikir Liverpool sedang membara dan Anda berpikir apakah ada yang bisa mengalahkan mereka. Seperti yang Klopp katakan, mereka akan on fire. Saya rasa dia sudah membaca peruntungan. Bahwa mereka memang harus on fire untuk mengalahkan raksasa yang sangat sukses dan berpengalaman di Liga Champions ini,” tambah perancang sepatu Adidas Predator ini seperti dilansir FourFourTwo.

Kesaksian Joaquin soal Manajer Baru Arsenal

Kesaksian Joaquin soal Manajer Baru Arsenal

London – Gelandang Real Betis, Joaquin turut meramaikan kepindahan Unai Emery ke Arsenal. Dia membuka sosok Emery yang merupakan mantan pelatihnya sewaktu di Valencia.

“Emery menonton banyak sekali video. Saya sampai kehabisan popcorn. Dia sangat terobsesi dengan sepak bola. Itu seperti penyakit,” kata Joaquin seperti dilansir Sport 360.

Seperti diketahui, Emery telah resmi menggantikan Arsene Wenger di Arsenal. Bahkan, Arsenal baru saja mengumumkan kedatangan pelatih berusia 46 tahun itu.

Munculnya nama Emery sebagai suksesor Wenger bisa dibilang mengejutkan. Pasalnya, publik lebih akrab dengan rumor Massimiliano Allegri, Luis Enrique, dan Mikel Arteta.

Nama terakhir yang disebut bahkan menjadi kandidat terdepan. Namun di detik akhir, Arteta diberitakan mundur dari bursa pengganti Wenger.

Joaquin berada di bawah asuhan Emery saat bermain bagi Valencia pada 2006-2011. Emery sendiri melatih Valencia dari Mei 2008 hingga Mei 2012.

Meski hanya tiga musim, Joaquin tak ragu menyebut mantan pelatihnya sebagai yang terbaik. “Dia salah satu yang terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Saya bekerja dengannya selama tiga tahun, saya tak sanggup untuk yang keempat,” kata Joaquin.

Jejak Karier Kepelatihan Emery

Lorca Deportiva ( 2005-2006), presentase kemenangan: 48,6%

Almeria (2006-2008), presentase kemenangan: 46,4%

Valencia (2008-2012), presentase kemenangan: 48,6%

Spartak Moskow (2012), presentase kemenangan: 46,2%

Sevilla (2013-2016), presentase kemenangan: 51,7%

PSG (2016-2018), presentase kemenangan: 76,3%

Trofi

Sevilla: Liga Europa (3 kali)

PSG: Liga Prancis (1 kali), Coupe de France (2 kali), Coupe de la Ligue (2 kali), Trophee des Champions (2 kali)

Persija Rekrut Osas Saha untuk Putaran Kedua

Persija Rekrut Osas Saha untuk Putaran Kedua

Persija Jakarta mendapatkan amunisi baru di lini depan. Dia adalah Osas Marvelous Saha yang akan memperkuat Macan Kemayoran di putaran kedua Liga 1 2018.

Penandatanganan kontrak antara Persija dengan Osas Saha dilakukan pada Selasa (22/5/2018), yang dihadiri oleh Direktur Utama Persija, Gede Widiade, dan agen si pemain, Moctar Doucoure.

Osas baru bisa bermain setelah bursa transfer jilid kedua dibuka pada 5 Juli – 3 Agustus 2018. Pemain kelahiran Nigeria itu dikontrak selama satu setengah musim.

“Sekali lagi perekrutan Osas sendiri adalah kebutuhan tim. Apalagi dengan merekrut Osas posisi second striker atau winger kami punya alternatif. Mengingat saat ini posisi second striker kami tidak punya. Osas juga nantinya bisa menggantikan Novri atau Riko ketika salah satunya absen,” ujar Gede seperti dikutip dari situs resmi Persija.

Kehadiran Osas tak akan mengurangi kuota pemain asing Persija. Sebabnya, eks pemainPerseru Serui tersebut kini sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kebetulan Osas tidak mengurangi jatah pemain asing kita karena dia sudah mendapatkan status warga negara Indonesia. Dia mendapatkan lampu hijau proses naturalisasi pada 16 Mei kemarin,” kata Gede.

Osas Saha sudah malang melintang di kancah persepakbolaan Indonesia. Ia sempat membela PSDS Deli Serdang, PSMS Medan, PSAP Sigli, Madura United, Persisam Samarinda, Persiram Raja Ampat, serta Perseru Serui. Selain itu ia pernah bermain di Liga Malaysia di Penang FA.